-->
Responsive Advertisement
Responsive Advertisement

 


Source By :Kompas

Yogyakarta - Finsupdate Kasus tewasnya anak pengemudi ojek online  yang bernama Naba Faiz Prasetya(10).

warga Salakan, Bangunharjo, Sewon, Bantul, Yogyakarta, akhirnya terungkap.korban tewas karena menyantap sate beracun yang dikirimkan oleh seorang wanita.

Sate tersebut awalnya dikirim oleh seorang wanita (pelaku) melalui ayah korban untuk seseorang yang bernama Tomi di daerah Bantul

Namun, saat itu sangat pengirim menolaknya karena tidak mengenal identitasnya pengirimnya. Setelah itu sate tersebut dibawa kerumah korban.

Setelah disantap bersama keluarganya, anak dan istri Bandian lalu merasa mual dan harus dilarikan ke rumah sakit. Sang istri berhasil ditolong, sedangkan anaknya tewas akibat makan sate tersebut.

Mendapat laporan itu polisi langsung melakukan pendalaman penyelidikan dan bekerjasama dengan Laboratorium Kesehatan dan Kalibrasi Dinas Kesehatan DIY untuk memeriksa makanan sate tersebut.

Hasilnya, makanan sate yang disantap korban ternyata terbukti mengandung racun potasium sianida.

MENGANDUNG SIANIDA

Racun tersebut jika masuk ke dalam tubuh akan menyebabkan tubuh menjadi mual dan gagal bernafas “Dalam jumlah yang kecil, sianida akan menimbulkan gejala mual, muntah, sakit kepala, pusing, gelisah, napas sesak dan tubuh lemas,” kata Lipur, Sabtu (1/5).

"Sebaliknya jika dalam jumlah yang besar korban bisa terkena kejang kejang, kerusakan paru paru, dan meninggal. Dosisnya 1,5 miligram per kilogram berat badan."

PELAKU DITANGKAP

Setelah mendapatkan petunjuk atas tewasnya korban akibat keracunan, polisi kembali melakukan pendalaman penyidikan dan akan menangkap pelaku. Setelah 4 hari akhirnya pihak kepolisian menangkap pelaku yang terduga sangat pengirim sate sianida tersebut.

"Diamankan NA (25) warga Majalengka, Jumat (30/4)," kata Dir Reskrimum Polda DIY Kombes Burkan Rudy Satriya di Mapolres Bantul (3/5)

Dalam pengakuannnya pelaku sakit hati kepada Tomy pria yang seharusnya menerima sate tersebut.

TOMI SEORANG POLISI

Tomy yang awalnya jadi target pelaku tersebut ternyata bukan orang sembarangan.

Sebab, Tomy diketahui anggota polisi yang bertugas di Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polresta Yogyakarta.

"Betul, yang bersangkutan adalah penyidik senior di Reskrim Polresta Yogyakarta, pangkatnya Aiptu," jelasnya.


Meski demikian, pihaknya belum mengetahui motif dari pelaku melakukan tindakan itu. Sebab, kasus yang ditangani oleh Aipda Tomy selama ini cukup banyak.


"Belum tahu pasti kalau itu, banyak ya,"

Post a Comment

Responsive Advertisement
Responsive Advertisement